Total Viewers

Home » » Wartawan Coba Disuap, Ketua IWO Tulang Bawang Barat Angkat Bicara

Wartawan Coba Disuap, Ketua IWO Tulang Bawang Barat Angkat Bicara

Written By Faktaonlline.net on Monday, October 28, 2019 | Monday, October 28, 2019

.

Tulang Bawang Barat | Faktaonline.net Terkait pemberitaan adanya dugaan suap kepada salah satu oknum media online diwilayah tugasnya, yang dilakukan oleh kepala sekolah menengah pertama (SMP) Persatuan Guru Republik Indonesia PGRI 1 Batu Putih, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung.

Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Tubaba, angkat bicara. Riko Amir, Selaku ketua IWO dikabupaten Tubaba mengecam keras atas apa yang dilakukan oleh oknum kepsek tersebut, yang diduga adanya indikasi penyuapan, karna bagi nya apa yang telah dilakukan tersebut adalah salah satu perbuatan yang masuk ke ranah pidana. Sabtu (26/10/19). "Jika benar apa yang diberitakan salah satu media online tersebut ada seorang kepsek yang mencoba menyogok maka itu sudah masuk ranah pidana, perlu ditindak tegas, "katanya.

Riko pun sangat menyayangkan apa yang telah terjadi kepada anggota organisasi bawahanya itu, bahwasanya telah ada percobaan menyuap dalam menjalankan tugas sebagai seorang jurnalis. "Saya menyayangkan apa yg dilakukan oleh oknum kepsek tersebut,tugas seorang wartawan salah satunya adalah melakukan konfirmasi terhadap berita yg akan diberitakannya,kalau kita tidak mau dikonfirmasi ya bilang aja kita tidak mau, bukan malah sebaliknya memberikan uang agar wartawan tersebut bisa diam atau pergi,artinya kepsek tersebut sangat tidak mengetahui tugas seorang jurnalis, maka dari itu dalam pemberitaan yang telah diterbitkan maka akan kita ambil langkah untuk permasalahan dugaan ini, "tegasnya. 

Telah terbit di berita sebelumnya pada Kamis (24/10/19) lalu, Berawal dari niat konfirmasi atas realisasinya dana bantuan berupa Dana Alokasi Khusus (DAK) yang di gelontorkan pemerintah untuk pembangunan gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) PGRI 1 Batu Putih.

Niatan tersebut disambut kurang positif dari pihak sekolah, bahkan ada indikasi usaha penyuapan yang akan di lakukan oleh pihak pengurus sekolah terhadap rekan jurnalis.

Diungkapkan oleh Candra, salah satu jurnalis dari media online yang juga tergabung pada salah satu organisasi yang ada di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Ikatan Wartawan Online (IWO), mengungkapkan rasa kecewanya atas sikap Murliyah selaku oknum Kepala Sekolah SMP PGRI 1 Batu Putih. “Dari awal datang, saya sudah sesuai dengan etika, sopan dan menyesuaikan aturan yang ada di sekolahan tersebut, namun mendapat tanggapan yang berbeda oleh kepala sekolah, dan saya dari awal berniat untuk menanyakan tentang adanya bangunan yang mengalokasikan DAK sebagai sumber dana, dan proses pengerjaannya dikabarkan hampir rampung seratus persen,” ungkapnya.

Candra juga telah menunjukkan ID Card Media dan Organisasi yang menaunginya. Namun pihak kepala sekolah bersikukuh berkeinginan untuk memeriksa Kartu Tanda Penduduk KTP miliknya. “Saya sudah tunjukan tanda pengenal Id card dari media apa saya, bahkan saya tunjukan juga id card organisasi mana saya tergabung di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat, hanya saja dia minta Kartu Tanda Pengenal (KTP) saya, yang kebetulan tertinggal di rumah,” tambahnya.

Rasa kecewa Candra makin memuncak kala dirinya menyinggung tentang adanya pembangunan gedung sekolah, pihak Kepsek bukannya memberikan hak jawab tapi malah menyodorkan amplop yang langsung ditolaknya. “Ketika saya konfirmasi terkait pembangunan gedung yang memakai dana DAK, Kepsek mencoba mngalihkan kelain topik pembicaraan, dan ending nya dia menyodorkan ‘Amplop’ yang tidak saya pahami maksudnya, dan amplop itu saya tolak,” tegasnya. 

Menurutnya lagi, ada indikasi pihak Kepsek SMP PGRI 1 Batu Putih akan melakukan penyuapan terhadap dirinya, bukan itu saja, pihak Kepsek bersikap menggurui Candra dengan memberikan arahan tata cara cara kinerja seorang jurnalis. “Saya merasa dia ingin menyogok saya dengan amplop tersebut, dan ia juga berbicara panjang lebar tentang tata cara, etika kinerja jurnalistik di lapangan kepada saya,” ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, Candra merasa tidak dihargai. Secara profesionalitas, pihak Kepsek telah meremehkan kinerjanya, dan akan menindak lanjutinya dengan melibatkan organisasi IWO (Ikatan Wartawan Online) yang menaunginya. “Saya sangat kecewa atas sikap Murliyah, oknum Kepsek tersebut telah melecehkan harga diri, kinerja dan profesi saya. Dalam waktu dekat, melalui Organisasi IWO akan menindak lanjuti permasalahan tersebut,” pungkas Candra. (Syah)

Post a Comment