Total Viewers

Home » » Masuki Triwulan Pertama , BPJS Kesehatan Cabang Kotabumi Gelar MONEV FKTP

Masuki Triwulan Pertama , BPJS Kesehatan Cabang Kotabumi Gelar MONEV FKTP

Written By Faktaonlline.net on Tuesday, November 26, 2019 | Tuesday, November 26, 2019


Kotabumi,Faktaonline.Net - Sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas pelayanan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), BPJS Kesehatan Cabang Kotabumi Lampung Utara gelar kegiatan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Bersama DPP Dan Klinik Pratama Triwulan I Tahun 2019, Selasa (9/4). Acara ini dihadiri oleh Pimpinan Klinik Pratama dan DPP di wilayah Lampung Utara, Lampung Barat, Way Kanan dan Pesisir Barat yang secara keseluruhan berjumlah 50 orang, Kamis (25/4).

Pada kesempatan tersebut Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer, Yeni Andriani mengucapkan selamat datang pada DPP dan pimpinan Klinik Pratama atau yang mewakili di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Kotabumi, serta memaparkan secara singkat inti dari materi pertemuan

Dalam hasil pencapaian KBKP, untuk mengetahui tingkat aksesbilitas dan pemanfaatan pelayanan primer di FKTP oleh Peserta berdasarkan jumlah peserta JKN-KIS menggunakan Angka Kontak Komunikasi sebagai indikatornya, dimana angka kontak ini didapat dari jumlah peserta yang melakukan kontak dibagi jumlah Peserta terdaftar di FKTP lalu dikali seribu. Rasio Rujukan Non Spesialistik (RRNS) merupakan indikator untuk mengetahui kualitas pelayanan di FKTP sehingga rujukan terselenggara sesuai indikasi medis dan kompetensi FKTP. RNSS didapat dari jumlah rujukan kasus non spesialistik dibagi jumlah rujukan FKTP lalu dikali seratus.

Yang terakhir adalah Rasio Peserta Prolanis Rutin Berkunjung yang merupakan indikator untuk mengetahui kesinambungan pelayanan penyakitkronis khususnya DM dan HT, dimana angka rasio didapat dari jumlah peserta Prolanis yang rutin berkunjung dibagi jumlah peserta Prolanis terdaftar di FKTP lalu dikali seratus.  “Khusus bulan puasa kegiatan Prolanis dihentikan sementara, namun untuk edukasi tetap dilaksanakan sebulan sekali,” kata Yeni. 

Terkait dengan kepatuhan FKTP terhadap kontrak (perjanjian kerja sama), Yeni menekankan bahwa indikator kepatuhan  tersebut menjadi bahan pertimbangan FKTP akan dilanjutkan kerjasamanya atau tidak di tahun berikutnya. ”Indikator kepatuhan FKTP terhadap PKS itu ada 5 (lima), terdiri dari memastikan tidak adanya iur biaya, memastikan tidak ada pelanggaran kriteria mutlak dalam masa PKS, memastikan FKTP mencapai nilai WTA/Kessan 85, memastikan FKTP mencapai Nilai Kredensialing/Rekredensialing kriteria teknis 70 dan yang terakhir memastikan FKTP melaksanakan Kapitasi Berbasis Pemenuhan Komitmen Pelayanan. Kami akan terus melakukan monitoring evaluasi untuk mengetahui tingkat kepatuhan FKTP pada perjanjian kerja sama karena hal itu menjadi pertimbangan kami untuk melakukan perpanjangan kerjasama atau tidak di tahun depan,” lanjut Yeni.

Salah satu DPP, Iwan Hanopan Purba mengatakan bahwa semenjak ada program JKN-KIS semangat masyarakat untuk berobat ke puskesmas menjadi sangat besar. ”Harus diakui semenjak ada program ini masyarakat menjadi sangat bersemangat untuk berobat ke puskesmas, jumlah pasiennya sangat meningkat dibanding saat belum ada program JKN-KIS. Tentunya ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik,” kata Iwan. 

Sebagai penutup Yeni kembali menekankan FKTP untuk melakukan pemantauan status kesehatan peserta Prolanis sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan peserta Prolanis dan mengingatkan FKTP Pengelola Prolanis melakukan entri semua data pemantauan status kesehatan ke aplikasi Pcare. (Sy)

Post a Comment