Total Viewers

Home » » Mencegah Terjadinya Komplikasi Penyakit , BPJS Kesehatan Lakukan Kordinasi Prolanis

Mencegah Terjadinya Komplikasi Penyakit , BPJS Kesehatan Lakukan Kordinasi Prolanis

Written By Faktaonlline.net on Wednesday, November 27, 2019 | Wednesday, November 27, 2019


Kotabumi,Faktaonline.Net - Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) adalah suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegritas yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta JKN-KIS yang menderita penyakit kronis., untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien. Untuk melakukan evaluasi terhadap implementasi Prolanis di DPP dan Klinik Pratama sekaligus melakukan best practice sharing mengenai implementasi Prolanis di Puskesmas Kotabumi II, BPJS Kesehatan gelar pertemuan “Koordinasi Prolanis DPP/Klinik Pratama”, acara tersebut dilaksanakan di ruang rapat BPJS Kesehatan Cabang Kotabumi hari ini, Jumat (01/03) dan mengundang seluruh PIC Prolanis.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kotabumi Lia Yulianti Surosa dalam sambutannya menegaskan, pentingnya Prolanis sebagai pencegahan terjadinya komplikasi penyakit melalui penggunakan Panduan Klinis dan strategi pengembangan pasien. “Peningkatan aging population berdampak signifikan pada meningkatnya resiko penyakit kronis. Agar tercipta pembiayaan yang efektif dan efisien dibutuhkan komitmen dari DPP dan Klinik Pratama untuk menggiatkan pelayanan promotif dan preventif melalui Prolanis,”, ujar Lia. 

Terdapat 7 aktivitas Prolanis diantaranya konsultasi medis, senam prolanis atau edukasi klub prolanis, pemantauan status kesehatan berupa pemeriksaan rutin setiap bulan (GDP/GDPP), pemeriksaan rutin 3 sampai 6 bulanan (HbA1c), pemeriksaan rutin 6 bulanan kimia darah (microalbuminuria, ureum, kreatinin, kolesterol total, kolesterol LDL, kolesterol HDL dan trigliserida), lalu terdapat home visit, pelayanan obat, mentoring spesialis dan reminder. Fokus saat ini adalah untuk pasien penyandang Diabetes Miletus (DM) dan hipertensi dimana prevalensi DM Provinsi Lampung berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk umur ≥ 15 tahun pada tahun 2013 sekitar 0,7% dan tahun 2018 meningkat sekitar 1,4%.

Shinta Amelia, dokter Puskesmas Kotabumi II juga menekankan program ini membutuhkan kerjasama yang komprehensif antara penderita dan keluarganya, FKTP serta BPJS Kesehatan. “Tujuan utama kerjasama ini agar penderita dan keluarganya dapat mengawasi kesehatan diri secara mandiri sehingga kondisi kesehatannya menjadi lebih stabil. Prolanis diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemandirian peserta dalam upaya mencegah komplikasi penyakit kronis serta meningkatkan status kesehatan bagi peserta Prolanis”, kata Shinta.

Shinta juga mengajak rekan-rekan PIC Prolanis untuk terus berkomitmen memberikan pelayanan promotif dan preventif demi terciptanya masyarakat yang lebih peduli akan kondisi kesehatannya. “Perlu dukungan dan komitmen yang tinggi dari seluruh FKTP untuk menjadikan pelayanan primer berkualitas, sehingga menjadi fasilitas kesehatan yang dipercaya dan memberikan layanan terbaik bagi peserta JKN-KIS”, tutup Shinta. (Sy)

Post a Comment