Total Viewers

Home » » Meriahkan Hari Kesehatan ke 55 Tahun 2019 Diwarnai Senam Massal dan Lucky Draw

Meriahkan Hari Kesehatan ke 55 Tahun 2019 Diwarnai Senam Massal dan Lucky Draw

Written By Faktaonlline.net on Saturday, December 7, 2019 | Saturday, December 07, 2019


Pematangsiantar,Faktaonline.Net - Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-55 tahun 2019 yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar melalui Dinas Kesehatan, diisi dengan kegiatan Senam Massal dan Lucky draw di Lapangan Brimob, Selain senam dan lucky draw, dalam acara yang bertema "Generasi Sehat Indonesia Unggul" itu, digelar juga upacara, pemberian penghargaan, dan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba, Sabtu (7/12).

Walikota Pematangsiantar H Hefriansyah, SE, MM, selaku pembina upacara membacakan sambutan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Menyebutkan, sesuai amanat Presiden Joko Widodo saat pelantikan Kabinet Indonesia Maju 2020-2024, bahwa perhatian pemerintah dalam kurun lima tahun mandatang, diprioritaskan pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

Menegaskan arahan Presiden tersebut, ada dua isu kesehatan utama yang harus diselesaikan terkait membangun SDM yang berkualitas, yaitu Stunting dan Jaminan Kesehatan Nasional. Selain itu, ada dua isu kesehatan lainnya yang juga harus diatasi, yaitu tingginya harga obat dan alat kesehatan, serta masih rendahnya penggunaan alat kesehatan buatan dalam negeri. Hal-hal tersebut, katanya, akan menjadi fokus perhatian bersama untuk dapat segera diupayakan solusinya.

Dilanjutkan, berbagai keberhasilan pembangunan kesehatan untuk pembangunan SDM telah diraih dari kinerja kabinet lalu yang ditandai dengan adanya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia Indonesia setiap tahun. Di mana, salah satu parameter yang diukur adalah Usia Harapan Hidup. Isu-isu strategis, katanya, telah dilaksanakan dan menghasilkan perbaikan, antara lain menurunnya angka kematian ibu dan anak, menurunnya angka stunting, meningkatnya cakupan imunisasi, serta berhasilnya pengendalian penyakit menular dengan menurunnya angka TB. "Terima kasih. Dalam kurun waktu lima tahun angka stunting telah berhasil diturunkan hampir 10 persen," sebutnya.

Sedangkan Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN, sambungnya, telah dilaksanakan sepenuhnya. Walaupun besar tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan JKN ini, namun peningkatan pemanfaatan JKN menjadi bukti bahwa JKN sangat dibutuhkan oleh masyarakat lndonesia. "Untuk itu, mari kita cari solusi bagaimana mengatasi masalah yang dihadapi saat ini dalam memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan akses kesehatan yang lebih adil dan merata," katanya.

Lanjutnya, lima tahun masa tugas Kabinet Indonesia Kerja 2015-2019, pembangunan kesehatan telah memperjuangkan tiga pilar, yaitu paradigma sehat, penguatan akses pelayanan kesehatan, dan penyediaan biaya Jaminan Kesehatan Nasional yang mengusung kegiatan promotif dan preventif, melalui beberapa program unggulan bidang kesehatan. Seperti Germas atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, PIS-PK atau Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, dan NS atau Nusantara Sehat. "Kita patut berbangga pembangunan kesehatan dalam lima tahun terakhir ini kian dirasakan manfaatnya.

Namun kita juga tidak dapat menutup mata terhadap berbagai permasalahan yang masih ada dalam proses pembangunan kesehatan di tanah air. Kita masih dihadapkan pada kompleksitas masalah Stunting, JKN, serta penyediaan pelayanan kesehatan dasar. Betapapun pemerintah sudah senantiasa responsif dalam memecahkan masalah-masalah tersebut selaras dengan tuntutan masyarakat, kita juga masih dihadapkan pada kesulitan menyediakan obat dan alat kesehatan produk lokal yang murah dan berkualitas," bebernya. "Dalam pelaksanaan tata kelolanya, saya minta pembangunan kesehatan di daerah serta pemanfaatan anggaran harus dilaksanakan dan dikelola secara baik, benar, dan bertanggung jawab, akuntabel, transparan, serta evaluasi yang ketat," sambungnya.

Dalam perspektif saat ini, katanya lagi, pembangunan kesehatan menekankan dua penguatan, yaitu optimalisasi inovasi Iayanan kesehatan dan harmonisasi kepentingan pemangku kebijakan. Optimalisasi inovasi layanan kesehatan dimaksudkan untuk mengefisiensikan tindakan-tindakan yang mahal dengan mengoptimalkan inovasi pelayanan kesehatan dan penyediaan obat dan alat kesehatan produk lokal dalam negeri tanpa mengurangi kualitas dan mutu. Sementara harmonisasi kepentingan pemangku kebijakan terkait konektivitas antar kementerian dan lembaga, lintas sektor maupun unit-unit kerja lintas program terkait Iebih ditingkatkan.

Tujuannya, tidak terjadi tumpang tindih. Sehingga fokus pada pemecahan masalah kesehatan. Namun tentunya semua itu membutuhkan dedikasi dan profesionalitas kinerja segenap pemangku kepentingan dalam sektor kesehatan di tingkat pusat dan daerah. "Melalui momentum Hari Kesehatan Nasional ini, marilah kita konsentrasikan segenap potensi kekuatan dan kebersamaan kita untuk menitikberatkan pembanguran generasi sehat yang dilandasi tekad untuk memajukan bangsa. Untuk itu saya berharap kita dapat bekerjasama dengan baik dalam melakukan upaya-upaya inovasi untuk percepatan pembangunan kesehatan tanpa menyalahi aturan yang berlaku sesuai amanat Presiden, khususnya dalam mengentaskan stunting dan memperbaiki layanan kesehatan serta membenahi tata kelola BPJS Kesehatan serta penyediaan obat dan alat kesehatan lokal yang murah berkualitas.

Apa yang sudah dirintis sebelumnya kita lanjutkan dan tingkatkan. Saya optimis kita dapat mewujudkan SDM Unggul Indonesia Maju seperti yang diharapkan oleh Presiden dan oleh kita semua. Kepada para insan kesehatan di seluruh penjuru negeri, disampaikan penghargaan dan penghormatan setinggi-tingginya, terutama kepada segenap jajaran kesehatan, jajaran lintas sektor di pusat dan daerah, serta seluruh lapisan masyarakat yang telah bahu-membahu berjuang tanpa mengenal lelah untuk melaksanakan pembangunan kesehatan dalam mempersembahkan Generasi Sehat Indonesia Unggul. "Kita berharap Generasi Sehat yang kita perjuangkan bersama dapat menjadi SDM Unggul yang akan mengisi 100 tahun Indonesia merdeka pada tahun 2045 yang bertepatan saat bonus demografi untuk mengantarkan Indonesia menjadi negara yang maju, makmur, dan sejahtera. 

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar dr Ronald H Saragih MKes menjelaskan maksud dan tujuan peringatan HKN ke-55, mengatakan,  kegiatan tersebut mencerminkan program Indonesia Sehat, yaitu membuat yang sehat semakin sehat, yang sehat tidak menjadi sakit dengan mengutamakan upaya promotif dan preventif. Juga menggalang komitmen pemangku kepentingan pemerintah, kepala daerah, dunia usaha, dan organisasi kemasyarakatan untuk mendukung pencapaian pembangunan kesehatan dengan program Indonesia Sehat. Serta mendorong masyarakat untuk ikut serta dalam program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga.

Tampak hadir Wakapolres Pematangsiantar Kompol Bonggas Simarmata SH, Kepala BNN Pematangsiantar AKBP Saudara Sinuhaji, Penjabat Sekda Kota Pematangsiantar Kusdianto SH, Ketua TP PKK Pematangsiantar Syahputri Hefriansyah Boru Hutabarat, para staf ahli, asisten, dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah. (Al,MP)

Post a Comment