Total Viewers

Home » » BKPRMI Kelurahan Kenangan Baru Sesalkan Pelemparan Masjid AL Amin Prumnas Mandala

BKPRMI Kelurahan Kenangan Baru Sesalkan Pelemparan Masjid AL Amin Prumnas Mandala

Written By Faktaonlline.net on Wednesday, January 29, 2020 | Wednesday, January 29, 2020


Medan, Faktaonline.Net. Informasi melalui media sosial (medsos) selalu membuat penafsiran negatif dan fositif pada masyarakat yang membacanya. Demikian halnya yang dirasakan masyarakat saat menerima informasi dari medsos tentang berita pelemparan Masjid Al Amin Jalan Belibis Kelurahan Kenangan Kec.Percut Seituan Kab.Deliserdang Provinsi Sumatera Utara, Jum'at (24/1) lalu.

Ketika mendapat berita adanya pelemparan Masjid, Ratusan massa berkumpul di lokasi kejadian dengan berbagai alasan, namun kebanyakan dari mereka meneriakan kata jihad atas pelemparan mesjid tersebut, terlebih umat Islam saat itu sedang melaksanakan sholat Isyah sehingga membuat massa berang dan nyaris menimbulkan keributan, "Beruntung sejumlah tokoh msyarakat dan tokoh pemuda dibantu aparat kepolisian dan Kodim setempat mengamankan situasi", sebut salah seorang warga yang tidak ingin disebitkan namanya kepada media ini.

Dikesempatan lain, Ketua BKPRMI Kelurahan Kenangan Baru Kec.Percut Seituan, M. Bagas Syaputra didamping pengurus dan unsur Remaja Mesjid Seperumnas Mandala Medan, menyampaikan keprihatinanya atas kejadian yang seharusnya tidak boleh terjadi, "Sebagai umat Islam kami mengutuk keras atas pelemparan Mesjid Al Amin dan tidak ingin hal ini terulang kembali, namun sebagai masyarakat yang ingin hidup damai berdampingan dengan berbagai etnis, suku, ras dan agama, kami menghimbau kepada masyarakat dapat menahan diri agar tidak saling memprovokasi apa lagi sempat ada yg menunggangi. Untuk itu kami berharap kepada pihak kepolisian agar dapat memproses kasus ini dengan baik dan benar, transparan agar tidak ada kesan negatif dihati umat",harapnya.

Dikesempatan lain beberapa sumber menyebutkan bahwa keributan berawal  penertiban kedai tuak oleh Satpol PP dibantu pihak Koramil dan Polsek setempat, yang akhirnya memicu keributan antar pemuda hinga malam harinya, akibat saling lempar hingga terkena lah mesjid, rumah masyarakat dan mobil warga. Sesungguhnya tidak ada niat untk melempar mesjid. Warga juga mengatakan akibat maraknya kedai tuak mereka sangat terganggu kenyamananya terlebih anak anak mereka sulit konsentrasi saat belajar. Dan berbagai tanggapan muncul dari berbagai kalangan yang akhirnya mengarah pada pemerintah terkait, masayarakat menilai pemerintah Kota Medan dan Deli Serdang tidak tegas dan terkesan membiarkan. Terlebih pihak PJKA hanya bisa diam memposisikan kawasan pinggiran rel sebagai pemukiman atau jalur hijau, sehingga warga menduga ada permainan didalamnya. (DJ).

Post a Comment