Total Viewers

Home » » Terkait Insiden Pelemparan Masjid Al Amin Perumnas Mandala, Pemuda Pancasila Berperan Aktif Mencegah Konflik Horizontal

Terkait Insiden Pelemparan Masjid Al Amin Perumnas Mandala, Pemuda Pancasila Berperan Aktif Mencegah Konflik Horizontal

Written By Faktaonlline.net on Friday, January 31, 2020 | Friday, January 31, 2020




Medan, Faktaonline.Net - Kondisi di Kelurahan Kenangan Kecamatan Percut Seituan Kab.Deliserdang Provinsi Sumatera Utara kembali normal dan kondusif, pasca insiden keributan antara dua kelompok pemuda yang berdomisili didaerah pinggiran rel dengan warga Belibis Perumnas Mandala yang mengakibatkan rusaknya Masjid Al Amin akibat terkena lemparan, Jum'at (24/1) lalu.

Dampak dari insiden tersebut menuai beragam tanggapan baik dan buruk, Dari segi baiknya, warga merasa tenang dan nyaman, karena keributan itu cepat diantisipasi hingga tidak berlanjut kemudian para pelaku pelemparan berhasil ditangkap, Sementara dari segi buruknya dirasakan oleh sejumlah pengurus Pemuda Pancasila Daerah Khusus Perumnas Mandala dimana salah satu dari kadernya berinisial LM, jadi tersangka pelemparan Masjid tersebut. Saat insiden pelemparan terjadi, tersangka LM berkebetulan memakai uniform Pemu da Pancasila, sehingga ada anggapan dimasyarakat sempat menyebutkan PP ada dibelakang keributan.

Padahal menurut pengakuan LM bahwa dirinya tidak ada sama sekali bermaksud membawa nama PP pada saat ada penggusuran kedai tuak yang di lakukan Satpol Pamong Praja Kecamatan, saat itu, LM mengaku kalau dia baru pulang dari pekuburan untuk pemakaman Pamannya, "Sepulang dari pekuburan, Saya melihat ada penggusuran Warung tuak hingga akhirnya terlibat pada aksi tersebut, secara kebetulan saat itu saya memakai atribut PP", kata LM.

Timbul dugaan, akibat penggusuran tersebut malam harinya terjadilah keributan warga yang diduga sudah ada bibit permusuhan dimana warga merasa keberatan adanya warung tuak didekat Masjid Al Amin.

Sementara itu, Ketua Pemuda Pancasila (PP) Daerah Khusus Perumnas Mandala Hadian Maulana didampingi pengurus lainnya, yakni Suhendra, Abdul Kadir, Ferry Dalmi, Ardiansyah, menegaskan bahwa tidak ada keterkaitan apa lagi keterlibatan PP dalam peristiwa itu, justru PP berperan aktif dan turut memediasi masalah tersebut agar tidak meluas, "Dari peran yang kami lakukan diantaranya menyerahkan mereka yang terlibat kepihak kepolisian, sehingga dapat ditetapkan tersangka pelemparan yang mengakibatkan kerusakan Masjid" ujar Hadian lugas kepada Wartawan, Kamis (30/1)

Mengenai tayangan di beberapa medsos yang sempat viral, Lanjut Hadian, ketika keributan terjadi, disana ada oknum yg menggunakan atribut PP, "Benar oknum yang memakai atribut PP ditempat keributan tersebut merupakan anggota saya, namun itu secara kebetulan saja, saat ini anggota saya itu sudah kami serahkan ke polisi" terang Hadian.

Ditambahkan Hadian, Dalam hal keributan ini saya tidak ada memihak kepada pihak manapun apa lagi membela pelaku pelemparan, Saya sebagai Pimpinan PP diwilayah ini harus mampu menciptakan suasana nyaman, kondusifitas dimsyarakat salah satu visi misi saya, semua kita serahkan kepada pihak berwajib untuk menanganinya, bahkan kita (PP) ikut memediasi masalah agar tidak berkembang, "Apabila ada yang menganggap saya membeckup atau pun membela pelaku pelemparan itu sangat keliru, karena bila terjadi saya akan berada digaris terdepan, Jika ada yang sengaja merusak Masjid," tegasnya. (Dedy)

Post a Comment