Total Viewers

Home » » Terkait Pembuangan Limbah ke Sungai, Perizinan PT Halindo Berjaya Mandiri Tanjungbalai Akan Dibahas di DPRD Sumut

Terkait Pembuangan Limbah ke Sungai, Perizinan PT Halindo Berjaya Mandiri Tanjungbalai Akan Dibahas di DPRD Sumut

Written By Faktaonlline.net on Monday, January 27, 2020 | Monday, January 27, 2020


Tanjung Balai,Faktaonline.Net - Jika pihak  PT Halindo Berjaya Mandiri (HBM), tidak dapat menyelesaikan masalah limbah dan izinnya, dan Pemko Tanjung Balai masih lamban dalam mengambil sikap, Saya bersama masyarakat Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, akan membawa persoalan ini ke pimpinan DPRD Sumatra Utara.
Hal tersebut dikatakan Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Golkar, Mahyaruddin Salim Batubara, kepada wartawan Faktaonline.Net, Minggu (26/1), lewat hubungan telepon seluler.

Mahyaruddin Salim Batubara (photo) yang juga Ketua DPD KNPI Tanjung Balai menyebutkan, PT HBM jenis usaha pengolahan hasil laut, terletak di Jalan Burhanuddin, Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai, sudah lama berpolemik dengan warga sekitar, pasalnya pencemaran lingkungan oleh limbah cair yang mengeluarkan aroma busuk dihasilkan dari perusahaan tersebut mengalir ke parit dan pemukiman warga, sehingga membuat warga sekitar resah, "Hal ini sudah berlangsung lama dan jangan dibiarkan, karena kita takut masyarakat akan hilang kesabarannya sehingga berbuat anarkis", kata Mahyaruddin Salim.

Dikatakannya, informasi saya peroleh dari media massa dan masyarakat Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, menerangkan, bahwa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT HBM tidak berfungsi sesuai dengan aturan perundang-undangan dan sampai saat ini perusahaan tersebut belum memiliki Izin Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup sesuai amanat Undang-Undang 32 Tahun 2009. 

Berdasarkan info yang saya peroleh, Lanjut Mahyaruddin, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), di Aula DPRD Tanjung Balai yang lalu disepakati, PT HBM wajib melakukan penyedotan limbah cair, dengan menggunakan armada Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup kota Tanjung Balai, untuk dibuang ke TPA, sementara proses pengurusan izin selesai sampai 29 Februari 2020, "Namun PT HBM berulah kembali, mereka tidak menepati kesepakatan tersebut , malah perusahaan seenaknya saja membuang limbah cair ber aroma busuk tersebut ke sungai Asahan setiap tengah malam, dan akhirnya dan pada malam Rabu (22/1), 2 orang pelaku pembuang limbah cair dari PT HBM, berikut mobil bak terbuka dengan nomor polisi BK 9186 LU dan dua unit politank berkapasitas masing-masing 1.000 liter, berhasil dicegat warga Sei Merbau, Kecamatan Teluk Nibung", Katanya.

Mahyaruddin Salim menilai Pemerintah Kota Tanjungbalai, terkesan lamban dan bertele tele dalam menangani permasalahan PT Halindo Berjaya Mandiri (HBM), sampai saat ini masih belum menemukan titik terang dalam penyelesaiannya, hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, sementara Pemko Tanjungbalai belakangan ini sedang aktif mengkampanyekan program-program untuk merawat dan menjaga lingkungan. 

Mahyaruddin yang juga Ketua KNPI Kota Tanjungbalai, meminta Pemko Tanjungbalai memberikan sanksi tegas (penutupan) terhadap PT HBM, karena yang sudah mencemarkan lingkungan sekitarnya dan juga Sungai Asahan, selain itu surat izinnya pun tidak lengkap." Ujar Mahyaruddin Salim Batubara. 

Mahyaruddin Salim, yang terpilih dari daerah pemilihan sumut V (Kota Tanjungbalai, Kabupaten Asahan dan BatuBara) menegaskan, seharusnya Perusahaan yang berdiri di sekitar pemukiman penduduk itu dapat meningkatkan kesejahteraan bagi warga, "Bukan malah sebaliknya membuat keresahan dan kerusakan lingkungan berdampak pada kesehatan, akan limbah-limbah yang berbau busuk dan menyengat dan itu bisa mengakibatkan masyarakat sakit dan lain sebaginya",sesalnya (SB). 


Post a Comment