Total Viewers

Home » » Warga Sei Merbau Tanjungbalai Resah, Ternyata PT Halindo Sering Buang Limbah Cair Ke Sungai Asahan

Warga Sei Merbau Tanjungbalai Resah, Ternyata PT Halindo Sering Buang Limbah Cair Ke Sungai Asahan

Written By Faktaonlline.net on Thursday, January 23, 2020 | Thursday, January 23, 2020


Tanjung Balai I Faktaonline.Net  - Masyarakat Sei Merbau, Kecamatan Teluk Nibung Tanjungbalai Provinsi Sumatera Utara, belakangan ini merasa resah dan kuatir atas pembuangan limbah cair ke sungai asahan yang diduga dilakukan oleh pihak PT Halindo, Dikuatirkan limbah cair tersebut akan mencemari aliran sungai.
Hal tersebut disampaikan oleh warga Sei Marbau kepada wartawan, Kamis (23/1).
"Hampir setiap tengah malam masyarakat Sei Merbau melihat sebuah mobil bak terbuka membawa limbah cair, memasuki areal gudang SBU, guna membuang limbah cair ke sungai Asahan melalui saluran air di areal gudang SBU, Jalan Yos Sudarso,  Kelurahan Sei Merbau, Kecamatan Teluk Nibung" kata warga yang tidak disebutkan namanya tersebut dengan nada geram.
Upaya masyarakat untuk mencegah pencemaran sungai tersebut membuahkan hasil, pada Rabu (22/1) malam, 2 orang pelaku pembuang limbah cair dari PT Halindo berikut mobil bak terbuka dengan nomor polisi BK 9186 LU dan dua unit politank berkapasitas masing-masing 1.000 liter, berhasil dicegat masyarakat, selanjutnya warga menggiring mobil serta supirnya ke Kantor Polisi. . 

Sementara itu, Samsir Marpaung (45) warga Lingkungan V, Kelurahan Sei Merbau, Kecamatan Teluk Nibung bersama temannya Jufri Amsar, dan Gunawan Bangun kepada wartawan mengatakan, kemarin malam, Selasa (21/1) terlihat mobil bak terbuka tersebut mau masuk kegudang SBU, lalu kami suruh pulang berbalik arah ke PT Halindo,  namun keesokan malamnya, Rabu (22/1) mobil tersebut datang kembali, dengan membuka pintu gerbang gudang SBU lalu menutup gudang kembali, berselang tak berapa lama mobil tersebut keluar  dari gudang, menurut informasi mobil tersebut adalah milik PT Halindo,  "Ketika kami bertanya, apa yang mereka bawa, pelaku  berbohong katanya membawa air bersih, sementara sewaktu saat mobil didalam gudang, masyarakat melihat air sungai mengalami perobahan warna disekitar saluran air gudang tersebut," kata Samsir.

Beberapa malam terakhir ini, hasil pantauan kami, pelaku hampir setiap tengah malam masuk ke gudang SBU membuang limbah ke sungai Asahan melalui saluran air di areal gudang SBU, ucapnya.  Sementara itu, salah seorang pelaku pembuang limbah cair, Suprianto (42) didampingi keneknya Anggi (19) mengaku sebagai karyawan PT Halindo dan sudah dua kali membuang limbah cair ke sungai melalui saluran di gudang SBU, "Kami sudah dua kali diperintahkan membuang limbah itu ke sungai, Tadi juga sempat membuang, tapi keburu ditangkap warga," katanya kepada wartawan. 
Kini kedua pelaku bersama barang bukti diamankan di Polres Tanjungbalai untuk diproses lebih lanjut.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi C DPRD Tanjungbalai Eriston Sihaloho dihadapan beberapa wartawan di ruang fraksi PDI Perjuangan DPRD Tanjung Balai, Kamis(23/1), sangat menyesalkan pembuangan limbah cair ke sungai asahan tersebut, " Jika salah dan melanggar hukum, siapapun itu harus  diproses sesuai peraturan atau Undang-Undang yang berlaku," ucapnya.
Eriston Sialoho, Ketua komisi C yang membidangi Lingkungan Hidup menerangkan, sebelumnya sudah saya tegaskan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dihadiri PT Halindo," Sudah ditegaskan jangan membuang limbah cair kesungai,  termasuk kepada seluruh perusahaan yang berada di sepanjang pinggiran sungai Asahan, Kita juga sudah sepakat dengan meminta Dinas Lingkungan Hidup kota Tanjung Balai agar menyedot limbah cair PT Halindo setiap hari untuk dibawa ke TPA, Namun PT Halindo tetap membuang limbahnya ke aliran sungai" Kata Eriston Sihaloho.(SB).

Post a Comment