Total Viewers

Home » » Merasa Kecewa Terhadap Kinerja Polsek Helvetia, Korban Penganiayaan Akan Melapor Kepada Kapolda Sumut

Merasa Kecewa Terhadap Kinerja Polsek Helvetia, Korban Penganiayaan Akan Melapor Kepada Kapolda Sumut

Written By Faktaonlline.net on Saturday, February 8, 2020 | Saturday, February 08, 2020



Medan, Faktaonline.Net - Sarinah boru Siregar (44) warga Jalan Klambir Lima Gg. Anisalala, Kelurahan Tg Gusta Kec.Medan Helvetia, seorang korban penganiyaan dan perampasan harta benda miliknya, merasa kecewa atas kinerja oknum petugas Polisi Sektor (Polsek) Helvetia Polrestabes Medan, Yang dinilainya tidak profesional, bahkan dituding lamban dalam menangani kasus penganiayaan yang menimpa dirinya, 

Ditambahkan Sarinah, Sampai saat ini, pelaku kasus penganiayaan dan  perampasan harta benda yang menimpa dirinya masih belum tertangkap, "  Padahal pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian, anehnya sampai saat ini pelaku belum ditangkap juga“, katanya

Saya sangat kecewa dengan kinerja Polsek Helvetia, ada sekitar 7 bulan lebih lamanya saya melaporkan kasus penganiayaan disertai perampasan harta benda yang menimpa saya, namun sejauh ini tak ada kepastian hukum yang saya dapatkan”, ungkap Sarinah Siregar yang juga sebagai owner disalah satu media online, kepada wartawan, Sabtu (8/2).

Terkait hal tersebut korban berencana akan menghadap langsung kepada Bapak Kapolda Sumut guna melaporkan hal ini. “Sudah jelas Saya jadi korban, tetapi saya merasa tidak mendapat keadilan, terkait hal ini saya akan melaporkan langsung sama Bapak Kapolda Sumut”, ucapnya.

Kembali dikatakan korban, kasus tersebut sudah dilaporkannya sejak 7 bulan lebih yang lalu, yakni pada Kamis 18 Juni 2019, yang tertuang dalam surat laporan polisi LP/423/VI/2019/SU/Polrestabes Medan/SPKT Sek Medan Helvetia.

Dalam laporannya, korban mengaku ada sekitar 13 orang yang datang kerumahnya pada malam hari kejadian tersebut, namun enam orang diantaranya yakni anak tirinya berinisial, AP, YY, YK, YN dan VR, serta salah satunya HR (menantu) melakukan pengeroyokan dan penganiayaan. “Malam kejadian tersebut, mereka datang beramai-ramai ada sekitar 13 orang, namun 6 orang yang memukuli, menunjang, menjambak dan menyeret saya keluar dari rumah”, ungkapnya.

Akibat peristiwa tersebut, Sarinah mengalami luka lebam dibeberapa bagian tubuh. Tidak hanya sampai disitu saja usai dianiaya,  para pelaku juga membawa kabur sejumlah harta benda dan uang tunai milik korban. “Setelah saya tak berdaya karena dikeroyok, kemudian mereka (para pelaku) membawa kabur harta benda saya diantaranya, 1 unit Mobil, 1 Unit sepeda motor, 3 buah surat tanah, uang tunai Rp 50 Juta, sejumlah pakaian, leptop, 4 pasang sepatu dan juga 2 goni beras, beserta 3 kotak Syrup juga ikut dibawa kabur mereka”, ujarnya sedih.

Terkait lambannya pengungkapan kasus tersebut, Kanit Reskrim Polsek Helvetia Iptu S Usman Nasution yang dikonfirmasi lewat WhatsApp telpon selulernya, mengatakan, pihaknya sudah dua kali mengirimkan surat panggilan kepada tersangka, Namun yang bersangkutan tak datang memenuhi surat panggilan tersebut , "Bahkan, sudah 2 kali kami mendatangi kediaman tsk dengan membawa surat perintah membawa, tapi tsk 
tidak ditempat, Kami akan panggil kembali kakak-kakak tsk untuk pemeriksaan lanjutan, dan kami masih mencari tau dimana keberadaan tsk saat ini”, ujarnya. (red)

Post a Comment