Total Viewers

Home » » Wiwiek Sisto Widayat : Penyebaran Virus Corona Beresiko Akan Mempengaruhi Perekonomian Global Dunia

Wiwiek Sisto Widayat : Penyebaran Virus Corona Beresiko Akan Mempengaruhi Perekonomian Global Dunia

Written By Faktaonlline.net on Tuesday, February 11, 2020 | Tuesday, February 11, 2020


Medan,Faktaonline.Net - Kasus penyebaran Virus Corona di triwulan pertama Tahun 2020 ini, Dampaknya  masih belum tampak bagi perekonomian Indonesia, khususnya di Sumatera Utara, Sebab penyebaran Virus Corona beresiko akan mempengaruhi perekonomian global dunia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPw BI) Sumatera Utara (Sumut), Wiwiek Sisto Widayat didampingi Kepala Grup Sistem Pembayaran dan Pelayanan, Andi Wiyana, Kepala Grup Advecory dan Pengembangan Ekonomi Ibrahim, melaksanakan Bincang Bareng bersama awak Media, di Junction Cafe, Medan, Senin (10/02/2020).

Dijelaskan Wiwiek, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2019 tetap bertahan ditengah kinerja perekonomian dunia yang melambat yakni 5,02%. Sementara pertumbuhan Nasional diperkirakan dapat mencapai 5,1-5,5%, sedangkan inflasi tetap dalam kisaran besarannya sebesar 3,01 %. "Defisit transaksi berjalan pada 2020 tetap terkendali dalam kisaran 2,5-30%. Pertumbuhan Sumatera Utara sendiri pada tahun 2019 naik menjadi 5,22% (yoy) dari 5,18% pada tahun 2018. Realisasi ini juga lebih tinggi dari Nasional (5,02) dan Sumatera Utara (4,57%),” sebut Wiwiek. 

Menurut Wiwiek, ekonomian Sumut di triwulan IV ditopang adanya perbaikan investasi seiring dengan penyelesaian proyek-proyek infrastruktur multiyears di daerah. Sementara dari sisi eksternalnya, kinerja ekspor sedikit membaik sejalan dengan mulai membaiknya harga CPO global yang juga ditopang oleh peningkatan produktifitas tanaman kelapa sawit sejalan dengan peningkatan Lapangan Usaha (LU) Pertanian. “Yang menjadi pendorong ekonomi Sumut tahun 2019 dikarenakan faktor investasi seiring dengan berlanjutnya proyek strategis infrastruktur dan pariwisata pemerintah, yang tercermin juga pada peningkatan LU Konstruksi. Di sisi lain, kontraksi impor yang lebih dalam dibandingkan ekspor, turut mendorong perbaikan ekonomi”, katanya.

Wiwiek menambahkan, untuk konsumsi rumahtangga tumbuh melambat seiring dengan stagnasi harga CPO hingga triwulan III. Di sisi penawaran, LU pertanian tumbuh meningkat didorong oleh peningkatan produksi padi dan kelapa sawit. Sedangkan LU industri pengolahan tumbuh melambat, dipengaruhi oleh penurunan permintaan global akan CPO serta masih tertahannya daya beli masyarakat. Mengenai stagnasi permintaan Tiongkok serta penurunan permintaan global,

Wiwiek menjelaskan ekspor Sumut ke Tiongkok cenderung mengalami stagnasi (menurun) sebagai dampak dari perang dagang, di sisi lain ekspor Sumut cenderung menurun ke AS, Jepang, serta India. “Impor Sumut juga mengalami penurunan khususnya dari Singapura, Tiongkok dan Malaysia”, ungkapnya.

Untuk inflasi ujar Wiwiek lagi, merupakan capaian prospek ekonomi domestik tahun 2020. Dimana perkiraan ekonomi dengan capaian PDB 5.1-5.5 persen, inflasi 3.0+1 persen, deflasi berjalan 2.5,3 persen, "Sementara kredit tumbuh 10-12 persen dan untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 8-10 persen", pungkasnya (red)

Post a Comment