Total Viewers

Home » » Bahas Covid-19, FKM Unpri Undang Pakar dari Kemenkes

Bahas Covid-19, FKM Unpri Undang Pakar dari Kemenkes

Written By Faktaonlline.net on Sunday, June 14, 2020 | Sunday, June 14, 2020


Medan,Faktaonline.net - Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Prima Indonesia (Unpri) mengundang dua pakar kesehatan masing-masing dr Riskiyana Sukandhi Putra MKes, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Dr Lita Sri Andayani SKM MKes, dosen dan peneliti di FKM Universitas Sumatera Utara (USU) dan Ketua Pengurus Daerah (PD) PPPKMI Sumut sebagai narasumber pada diskusi web-seminar (webiner), kemarin.
Webinar bertajuk “Komunikasi Risiko dan Positive Thinking Dalam Mencegah Covid-19” itu dipandu oleh Frans Judea Samosir SPsi MPH dan Frans Yosep Sitepu SKM MPH (moderator).

Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI Riskiyana Sukandhi Putra menyatakan bahwa terdapat strategi komunikasi perubahan perilaku dengan tiga poin utama yang harus diperhatikan selama pandemi Covid-19 ini. Pertama, struktur yang dibangun dengan tepat agar pesan yang disampaikan dapat tercapai, dan sampai kepada pengguna. Kedua, adopsi perilaku harus ditanamkan kepada seluruh masyarakat umum. Ketiga, isi pesan yang disampaikan harus jelas agar mudah dicerna kepada masyarakat. “Pola perilaku antara masyarakat memiliki perbedaan tersendiri, sebagai tenaga medis dan penyuluh kesehatan harus terus memperhatikan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat umum, agar tidak menambah jumlah angka Covid-19 di daerah,” katanya.

Sedangkan narasumber kedua, Lita Sri Andayani menjelaskan, selama pandemi Covid-19 diharapkan masyarakat terus berpikir positif dan mengikuti instruksi serta protokol dari pemerintah. Masyarakat juga harus memilah (filter) informasi yang akan dibagikan (share) pada media sosial masing-masing dengan memperhatikan validitas dan sumber dari informasi yang akan dibagikan,” kata dosen FKM USU ini. 

Dia mengharapkan, seluruh masyarakat juga membagikan informasi yang berasal dari instansi pemerintahan dan memberi teguran jika ada informasi yang salah di media sosial masyarakat lain terutama informasi terkait dengan Covid- 19. Kedua pakar tersebut sepakat untuk menjelaskan pembagian komponen dalam berfikir positif.

Sebelumnya, Rektor Unpri Dr Chrismis Novalinda Ginting MKes mengatakan, pihaknya tetap berkomitmen untuk selalu konsisten dalam melaksanakan Webinar sebagai sarana pemberi informasi dan update berita kepada institusi, tenaga medis, mahasiswa serta masyarakat umum. “Kegiatan seperti ini harus tetap berlangsung secara rutin, dengan tema yang up to date serta menjawab pertanyaan-pertanyaan di publik,” kata rektor.

Hal senada juga disampaikan Dekan FKM Unpri Santy Deasy Siregar SKM MKes. Menurutnya, FKM Unpri menyadari pentingnya penyampaian informasi kepada publik selama pandemi ini secara akurat dan terbaru. “Saat ini Webinar media yang sangat tepat dalam menyampaikan berita atau informasi secara akurat kepada publik. Dengan webinar ini mampu memberi informasi baru, valid kepada keluarga dan masyarakat umum,” katanya. 
Dikatakan, webinar ini juga merupakan aksi lanjutan dari pembagian masker gratis yang dilaksanakan oleh civitas akademika FKM Unpri kepada masyarakat umum di Jl Sekip dan Jl Ayahanda kota Medan.

Sementara itu, di tempat terpisah Pendiri Unpri Dr dr I Nyoman Ehrich Lister MKes AIFM kepada wartawan, Jumat (12/6) mentakan mendukung kegiatan webinar yang dilaksanakan FKM Unpri yang menyoal tentang komunikasi resiko & positive thinking dalam mencegah Covid-19. “Komunikasi adalah bagian terpenting dalam menghadapi ancaman pandemi dan kepercayaan publik perlu dibangun serta dijaga agar tidak terjadi kepanikan dalam masyarakat, sehingga penanganan dapat berjalan dengan lancar. Komunikasi merupakan salah satu kunci penting dalam percepatan penanganan covid 19,” kata dr Nyoman. Dengan kondisi sekarang ini, kata dr Nyoman, sangat penting bagi masyarakat untuk mendukung setiap langkah yang diambil oleh pemerintah. (Pul)

Post a Comment